head

Sabtu, 12 Juli 2014

einsten muda

Ketika Einsten Muda Berbicara tentang Tuhan

Ini adalah salah satu tulisan blog yang saya sukai, karena itu saya meletakkannya juga di blog ini, agar dapat saya baca kembali sewaktu-waktu. Entah siapa yang awalnya menulis ini, kepadanya saya ucapkan terima kasih dan mohon ijin untuk memposting ulang. 

Awal cerita berkisah tentang seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". 
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. 
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.  
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan". 
"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos. 
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?". "Tentu saja," jawab si Profesor. 
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"  
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. 
Mahasiswa itu menjawab, 
"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. 
"Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" 
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada. 
"Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya. 
"Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada? 
"Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan. 
"Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya. 
"Profesor itu terdiam.  
Dan mahasiswa itu adalah Albert Einstein. 
sebenarnya bukan mahasiswa..,tapi Einstein muda yang pemikirannya sudah melebihi seorang mahasiswa, bahkan Professor sekalipun. Subhanallah..
semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita di atas, mari kita kaji alqur’an lebih mendalam.
Karena sesungguhnya teori yang ada saat ini sudah ada dalam alQuran sebelum teori teori itu di temukan.


Kamis, 12 Juni 2014

Implikasi Hukum Ohm Dalam Diri

Implikasi Hukum Ohm Dalam Diri
Apa implikasi dan makna yang Anda peroleh dari hukum ohm tersebut? Tidak hanya pada rangkaian listrik saja terjadi hukum ohm, di dalam diri kita juga akan berlaku hukum ohm. Misalkan untuk menghasilkan sesuatu yang besar dalam belajar (sukses) maka anda harus menggurangi hambatan-hambatan yang ada di dalam diri. Hambatan yang terbesar yang ada dalam diri kita adalah rasa malas (zona nyaman). Rasa malas ini kalau dikaitkan dengan teori fisika yaitu Hukum Pertama Newton (Hukum Kelembaman). Rasa malas itulah yang anda harus kurangi (kalau bisa dihilangkan) jika anda ingin sukses dalam belajar (“menghasilkan sesuatu yang besar”). Apakah hanya menghilangkan rasa malas saja kita bisa menjadi sukses?

Tidak hanya menghilangkan rasa malas saja orang bisa menjadi sukses. Selain mengurangi rasa malas, Anda juga harus mampu meningkatkan beda potensial yang ada dalam diri. Beda potensial yang dimaksud adalah potensi yang anda miliki. Ingat setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Jadi bangkitkan dan kembangkan potensi yang anda miliki. Jika anda tidak membangkitkan dan mengembangkan potensi yang anda miliki maka lama-kelamaan potensi yang anda milki akan menjadi nol. Layaknya sebuah baterai, jika tidak pernah di isi maka lama-kelamaan baterai itu tidak akan berguna lagi jika digunakan terus menerus. Agar bisa dipakai, maka baterai tersebut harus ditambah beda potensialnya. Begitu juga yang ada dalam diri kita. Bagaimana cara membangkitkan dan mengembangkan potensi dalam diri kita?

Sebelum mengembangkan potensi, terlebih dahulu anda harus mengetahui potensi apa yang anda miliki. Setelah tahu potensi yang anda miliki maka anda harus mengasah potensi diri anda secara disiplin. Jadi untuk mencapai kesuksesan anda harus menghilangkan hambatan yang ada dalam diri (rasa malas/lembam) dan mengembangkan potensi diri (beda potensial).


semoga anda dapat mengambil makna dari pelajaran fisika yang lain, berfikir dan terus berfikir :)

Sabtu, 24 Mei 2014

FASILITAS LABORATORIUM DAN FUNGSINYA

FASILITAS LABORATORIUM DAN FUNGSINYA

a.Ruang Pratikum 

Ruang praktikum merupakan bagian utama dari sebuah laboratorium fisika sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran fisika ,Luas ruang praktikum lebih bear dari ruang kelas idealnya antara satu setengah sampai dua kali luas ruang kelas.
Penyebab lebih luasnya ruanga lab di banding kelas karena ruang praktikum harus dapat memberikan keleluasaan bergerak kepada siswa dan guru selama melakukan proses pembelajaran selain itu jugaagar  siswa yang duduk dibelakang dapat melihat bila sedang dilakukan demonstrasi di depan, atau kegiatan siswa paling belakang mudah diawasi oleh guru. 

Berikut sketsa denah untuk desain ruangan laboratorium fisika : Berikut salah satu desain  denah laboratorium yang sesuai :


                                      Gambar A1. Desain Denah Laboatorium Fisika

 Beberapa fasilitas yang harus dimiliki di ruangan praktikum  adalah:
1)  Instalisasi listrik : terdapat beberapa stop kontak sebagai pelengkap fasilitas praktikum, khususnya praktikum yang memerlukan listrik. Terdapat 1 buah stop kontak di setiap bawah meja praktikum dan pemasangannya sudah dilindungi, sehingga tidak akan berbahaya bagi siswa yang sedang praktikum.  
 
·2) Instalasi air : dengan bak penampung / wastafel yang   berfungsi dengan baik dan cukup untuk mendukung kegiatan praktikum yang memerlukan air, minimal disediakan 2 buah wastafel/ kran. 
             
3) Ada istalasi limbah untuk managemen pembuangan limbah (sampah). Limbah di kategorika atas limbah logam, plastic dan organic. 
                                           Perabot  yang terdii atas
1)    Meja untuk siswa yang ukuranya lebih besar dari meja kelas, mencukupi untuk 5-6 orang. Meja yang digunakan berukuran tingginya 70 cm tidak terlalu tinggi.
2)    Jumlah kursi disesuaikan dengan jumlah siswa, dengan tinggi kursi 50 cm, dan tanpa sandaran agar mudah dipindahkan dan memungkinkan siswa mudah bergerak.
3)    Satu set meja dan kursi untuk guru yang memadai untuk melakukan demonstrasi. Ukuran tinggi meja demonstrasi 90 cm, panjangnya 190 -200 cm dilengkapi dengan listrik dan bak cuci. Fungsi meja demonstrasi untuk melakukan kegiatan jika guru mengajar dengan metode demonstrasi . Meja demonstrasi diletakan didepan papan tulis dan ditempatkan diatas dasar lantai yang leih tinggi (panggung) tinggi panggung 20 cm panjangnya melebihi panjang papan tulisnya. 

·   Didukung dengan penggunaan media Papan tulis dan LCD proyektor untuk presentasi/ penjelasan jalanya pembelajaran.  
 
                                ·    Disediakan loker untuk penyimpanan tas dan barang siswa yang tidak digunakan saat proses pembelajaran di laboratorim.   
                                   
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan kerja di dalamnya, sebaiknya ruang praktikum memiliki fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
·         ·      Ventalasi udara yang cukup, dapat berupa jendela  langit-langit yang tidak tertutup rapat, atau mungkin kipas angin (exhous-van) dan juga tersedia AC sebagai pendingin . Berikut tampak luar dari lab.

·      Pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda dengan daun pintu terbuka ke luar agar ketika tejadi kecelakaan di dalam ruang praktikum dapat keluar langsung tanpa harus mundur untuk membuka pintu. 
                               
·         Pintu yang berhubungan langsung dengan ruang persiapan dan ruang guru serta dapat teramati dari kedua ruangan itu. Selain itu juga di harapkan antara ruangan guru dan ruang percobaan di beri pembatas kaca agar siswa dapat selalu dalam pengawasan.
                                        
 Kotak P3K. Untuk pertolongan pertama bagi yang mengalami cidera saatpercobaan berlangsung. Terdiri dari : kassa, obat merah, plaster, dsb.
                                                             

· Fasilitas pemadam kebakaran, seperti fire tabung sprai api (Fire Extinguisher. 
                                                              

b.      Ruang Guru
Ruang guru di laboratorium adalah ruangan dimana tempat kerja bagi penanggung jawab laboratorium dan guru. Ruang ini sering dgunakan sebagai temapat guru meletakan tugas laporan percobaan siswa, buku petunjuk KIT , tempat khusus  berbagai kerja lainya yang berkaitan dengan kegitan pembelajaran di laboratorium.   
Desain ruang guru, diantaranya yaitu :
  1)  Ruang guru terdapat di dalam laboratorium, dengan satu pintu masuk dan keluar yang sama melalui ruang praktikum.
  2)  Ruang guru dan ruang praktikum sebaiknya disekat dengan dinding berkaca bening sehingga dari dalam ruang ini guru dapat mengawasi kegiatan yang terjadi di dalam ruang praktikum.
   3)  Ruang guru didesain dengan sirkulasi udara yang baik, atau bias menggnakan AC sebagai pending, selai itu perlu memiliki instalasi listrik dan ventilasi udara yang baik.
  4) Perabotanya  diperlukan  seperangkat meja, kusi , loker / lemari  berkas untuk buku dan berkas administrasi  serta tugas siswa ,  ditambah seperangkat PC bila diperlukan dalam pengelolaan Lab.
                         
   c.       Ruang Persiapan
Ruang yang diperkirakan akan memerlukan lahan seluas 20% dari luas bangunan laboratorium. Ruang persiapan berfungsi sebagai tempat guru/ petugas laboratorium melakukan persiapan alat sebelum dilaksanakanya percobaan oleh siswa. Selain itu juga ruang ini digunkan untuk uji coba kelayakan alat  dan dijadikan ruang  perawatan alat-alat laboratorium yang baru saja digunakan atau pembersihan alat-alat laboratorium.
Fasilitas yang ada di ruangan persiapan anatara lain :
  1.      Ruangan disekat menggunakan kaca atau penyekat berupa jaring kawat. Agar petugas lab atau guru dapat selalu mengawasi siswa  di ruang percobaan.
 2.    Ruang persapan memliki instalasi listrik yang baik dan sirkulasi udara yang baik.
 3. Memiliki satu set kursi dan meja, Rak tempat meletakan barang sementara  baik untuk barang setelah percobaan maupun alat  rak untuk meletakan barang sebelum percobaan. Berikut tata letak/ desain ruangnya :
·    Meja : bisa ditempatkan di tengah-tengah ruang persiapan
·    Kursi: ditempatkan berdampingan dengan meja
·     Lemari : bisa ditempatkan di samping di dinding ruangan
·     Bak cuci: diletakkan mendekati dinding dan dekat jendela


 d.      Ruang penyimpanan /Gudang
Ruang penyimpanan barang di Laboratorium sering disebut gudang laboratorium. Luas ruang penyimpanan /gudang hampir sama dengan luas ruang persiapan. Gudang ini dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan akhir dari alat-alat laboratorium. Artinya ruang ii digunakan untuk penyimpan alat yang tidak sedang digunakan. Beberapa fasilitas dan desain untuk gudang laboratorium adalah :
  Ø  Pintu gudang hanya satu yang dihubungkan langsung dengan ruang persiapan, hal ini dikarenakan demi keamanan dan kemudahan penyimpanan dan pengambilan alat-alat, (gudang di dalam ruang persiapan)
  Ø  Dilengkapi dengan instlasi listrik dan
  Ø  Perlu di buat sirkulasi dara yang baik, agar alat yang ada didalam terjaga dan rungan tidak pengap.
   Ã˜  Memerlukan fasilitas sepeti rak penyimpan serperti almari dan rak untuk  penyimpanan alat-alat dan bahan-bahan.  Perabot  bisa diletakkan disampin dinding ruangan




  Demikian desain lab laboratorium fisika yang saya rancang untuk sekolah baik  SMP maupun sma  SMA . Apabila ada saran dan kritik, ditunggu masukanya, :) Semoga Bermanfaat!

BELAJARLAH DENGAN IKHLAS DAN BERSUNGGUH SUNGGUH. :)

Senin, 12 Mei 2014

gerak parabola

Gerak Parabola (Perpaduan GLB dan GLBB)- 
Perhatikanlah lintasan yang dibentuk oleh bola basket yang dilemparkan ke dalam ring. Lintasan bola basket tersebut berbentuk parabola. Gerak yang lintasannya berbentuk parabola disebut gerak parabola. Contoh umum gerak parabola adalah gerak benda yang dilemparkan ke atas membentuk sudut tertentu terhadap permukaan tanah. Gerak parabola dapat dipandang dalam dua arah, yaitu arah vertikal (sumbu-y) yang merupakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB), dan arah horizontal (sumbu-x) yang merupakan gerak lurus beraturan (GLB). Perhatikan Gambar 1.15 berikut.
Gambar 1.15 Arah gaya pada lintasan gerak parabola.

Rabu, 30 April 2014

Pemantulan cahaya pada cermin cekung

PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 DASAR TEORI
2.2 Cermin Datar
2.3 Lensa
2.4 Pembiasan Cahaya
2.5 Cahaya
2.6 Pemantulan Cahaya
2.6.1. Hukum Pemantulan Cahaya oleh Snellius
2.6.2. Pemantulan Teratur dan Pemantulan Baur
2.6.3 Pemantulan Pada Cermin Lengkung
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
3.2. Waktu dan Lokasi Penelitian
3.3. Tekhnik Pengumpulan Data
3.3.1. Tahap Persiapan
3.3.2. Tahap Percobaan
3.3.3. Tahap Akhir
3.4. Tehnik Analisi Data
3.5. Definisi Operasional
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 CERMIN CEKUNG
4.2 Pembentukan bayangan oleh cermin cekung
BAB IV
PENUTUP
4.1  Tujuan Praktikum
4.2  Manfaat
4.3 KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA



Kamis, 24 April 2014

strategi pembelajaran inkuiri

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN UPAYA PEMECAHANNYA ( pembelajaran fisika )

A.   Pengertian Strategi Pembelajaran

Definisi strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15, 2004).

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.

Strategi pembelajaran merupakan salah satu komponen penting yang harus dikuasai oleh guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana dan cara-cara membawakan pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif (Gulo, 2008:3). Cara-cara membawakan pengajaran itu merupakan pola dan urutan umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran.

Strategi pembelajaran berarti cara dan seni untuk menggunakan semua sumber belajar dalam upaya membelajarkan siswa. Sebagai suatu cara, strategi pembelajaran dikembangkan dengan kaidah-kaidah tertentu sehingga membentuk suatu bidang pengetahuan tersendiri. Sedangkan sebagai suatu seni, strategi pembelajaran kadang-kadang secara implisit dimiliki oleh seseorang tanpa pernah belajar secara formal tentang ilmu strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Dalam Strategi Pembelajaran (2006:124), Sanjaya mengartikan strategi pembelajaran sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian tersebut, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran, selain itu strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi, perlu merumuskan tujuan yang jelas dan dapat diukur keberhasilannya.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu exposition-discovery learning atau strategi penyampaian penemuan dan group-individual learning atau strategi pembelajaran individual (Rowntree dalam Wina Sanjaya, 2006:126).

2. Pengertian Inkuiri

Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. Dengan kata lain, inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah.

Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, meng-evaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya. (Depdikbud, 1997).

Menurut Sanjaya (2009), penggunaan inkuiri harus memperhatikan beberapa prinsip, yaitu berorientasi pada pengembangan intelektual (pengembangan kemampuan berfikir), prinsip interaksi (interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru bahkan antara siswa dengan lingkungan), prinsip bertanya (guru sebagai penanya), prinsip belajar untuk berfikir (learning how to think), prinsip keterbukaan (menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan).

B. KONSEP DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI

Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analistis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

Ciri utama strategi pembelajaran inkuiri adalah:
1. Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber balajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.
3. Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan artinya siswa ditempatkan sebagai subjek belajar sehingga mampu menemukan sndiri inti dari materi pelajaran.
Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif apabila :
1) guru mengharapkan sisiwa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan sehingga penguasaan materi bukan tujuan utama karena yang terpenting adalah proses belajar.
2) bahan pelajaran yang akan diajarkan adalah berupa kesimpulan yang perlu pembuktian.
3) proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu
4) siswa adalah anak yang memiliki kemauan dan kemampuan berpikir
5) jumlah siswa tidak terlalu banyak agar mudah dikendalikan.
6) guru memiliki banyak waktu untuk melakukan pendekatan yang berpusat pada siswa.

Bahasa lampung

 Nama : .............................................................  Kelas  : ,...................  BAHASA LAMPUNG Dialek O Terjemahkanlah...